Kenapa Blog Ini Pakai Hugo, Bukan WordPress

Blog ini jalan di VPS yang sama dengan markas AI saya — yang RAM-nya cuma 2 GB dan udah kepake buat AI agent + AI gateway. Jadi pilihan platform blog-nya nggak bisa sembarangan.
WordPress: kelihatan gampang, ternyata berat
WordPress memang punya dashboard admin yang enak. Tapi di balik itu dia butuh PHP + MySQL yang jalan terus. Di VPS 2 GB yang udah penuh, WordPress bakal bikin semuanya lemot. Belum lagi urusan update security yang harus rajin — sekali lengah, blog jadi sarang malware.
Hugo: ringan, kenceng, aman
Hugo itu static site generator: artikel ditulis dalam Markdown, terus di-build jadi file HTML statis. Artinya:
- Nggak ada database, nggak ada PHP — server cuma nyajiin file HTML. Ringan banget.
- Kenceng — build ratusan artikel cuma hitungan detik.
- Aman — nggak ada celah SQL injection atau plugin jadul, karena nggak ada backend dinamis.
- Gratis — open-source.
Minusnya cuma satu: nggak ada tombol “tulis artikel” di dashboard. Tapi workflow saya: tinggal chat ke asisten AI, “tulisin artikel tentang X”, artikelnya ditulis + di-publish otomatis. Malah lebih gampang.
Buat yang VPS-nya kecil
Kalau VPS kamu pas-pasan kayak punya saya, Hugo (atau static site generator lain kayak Astro, Zola) jauh lebih masuk akal daripada WordPress. Hemat RAM, hemat pikiran.