Posts

Kenapa Blog Ini Pakai Hugo, Bukan WordPress

Kenapa Blog Ini Pakai Hugo, Bukan WordPress

Blog ini jalan di VPS yang sama dengan markas AI saya — yang RAM-nya cuma 2 GB dan udah kepake buat AI agent + AI gateway. Jadi pilihan platform blog-nya nggak bisa sembarangan.

WordPress: kelihatan gampang, ternyata berat

WordPress memang punya dashboard admin yang enak. Tapi di balik itu dia butuh PHP + MySQL yang jalan terus. Di VPS 2 GB yang udah penuh, WordPress bakal bikin semuanya lemot. Belum lagi urusan update security yang harus rajin — sekali lengah, blog jadi sarang malware.

9Router: Satu Pintu untuk Semua AI

9Router: Satu Pintu untuk Semua AI

Pernah ngalamin ini? Lagi asik pakai AI, tiba-tiba rate limit. Atau punya 3 API key dari provider beda, tapi tiap ganti harus ubah kode manual. 9Router lahir buat nyelesaiin masalah itu.

Apa itu 9Router?

9Router (github.com/kian1904/9router) adalah AI gateway/router open-source yang gratis, selamanya. Cara kerjanya simpel:

Bot / Agent / Tools
       │  http://localhost:20128/v1
       ▼
    9Router  ──→ Provider 1 (prioritas 1)
       │         ↓ limit/error
       │──────→ Provider 2 (prioritas 2)
       │         ↓ limit/error
       └──────→ Provider 3 (prioritas 3)

Kamu cukup pointing ke satu endpoint (/v1, format OpenAI-compatible), 9Router yang ngatur ke provider mana request diterusin — sesuai urutan prioritas yang kamu set di dashboard.

Membangun Markas AI di VPS Rp15 Ribu

Membangun Markas AI di VPS Rp15 Ribu

Punya VPS Rp15 ribu per bulan, bisa buat apa? Ternyata cukup buat jadi markas AI pribadi.

Spesifikasinya

VPS NAT dari Dahono, paket paling kecil:

  • 1 CPU, 2 GB RAM, 15 GB disk
  • Ubuntu 24.04 LTS
  • Rp15.000/bulan, lokasi Jakarta

Kecil? Iya. Tapi buat jalanin AI agent + AI gateway, ternyata cukup.

Isi markasnya

1. Hermes Agent (jalan 24/7)

AI agent open-source dari NousResearch yang jalan terus via systemd. Dia yang kerja: bisa disuruh apa aja lewat chat, punya memory, dan bisa belajar skill baru sendiri.