Orca: Jalanin Banyak AI Agent Sekaligus, Pantau dari HP

Halo sahabat Belajar AI! Pernah nggak sih kamu merasa kewalahan karena harus ngurus banyak AI coding agent satu per satu? Buka terminal A buat Codex, tab B buat Claude Code, jendela C buat agent lain, lalu lupa mana yang sudah selesai dan mana yang masih jalan. Belum lagi kalau tiap agent harus dijalankan di folder yang berbeda biar nggak saling menimpa perubahan kode. Alih-alih ngoding jadi lebih cepat, kita malah sibuk jadi “operator” yang pindah-pindah jendela. Nah, di sinilah Orca hadir sebagai solusi.
Apa Itu Orca?
Orca adalah orchestrator open-source yang dibuat oleh stablyai dan bisa kamu temukan di github.com/stablyai/orca. Proyek ini berlisensi MIT dan ditulis dengan TypeScript, serta didukung oleh Y Combinator. Popularitasnya terbilang luar biasa, dengan sekitar 98,9 ribu star di GitHub.
Fungsi utamanya sederhana tapi powerful: menjalankan banyak coding agent secara berdampingan. Agent yang didukung antara lain Codex, Claude Code, OpenCode, Pi, termasuk Hermes Agent. Setiap agent dijalankan di git worktree terpisah, sehingga pekerjaan mereka tidak saling bertabrakan. Semua aktivitas itu bisa kamu pantau dari satu tempat, tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi.
Kelebihan Orca
Ada banyak alasan kenapa Orca menarik buat sahabat yang serius ngoding dengan AI. Pertama, fitur worktree paralel. Satu prompt bisa kamu sebar ke lima agent sekaligus, lalu bandingkan hasilnya dan merge yang paling bagus. Ini seperti punya lima asisten yang mengerjakan tugas yang sama, dan kamu tinggal memilih karya terbaik.
Kedua, terminal splits dengan kualitas kelas Ghostty. Terminalnya mendukung WebGL dan scrollback-nya tetap awet bahkan setelah restart. Jadi riwayat perintah dan output agent nggak gampang hilang.
Ketiga, ada SSH worktrees. Kamu bisa menjalankan agent di server atau VPS remote, lengkap dengan auto-reconnect dan port forwarding. Cocok banget kalau kamu ingin ngoding dari laptop ringan tapi komputasi beratnya dijalankan di mesin remote.
Keempat, mobile companion untuk iOS dan Android. Kamu bisa memantau dan mengarahkan agent langsung dari HP, misalnya saat sedang di perjalanan atau lagi ngopi di kafe.
Kelima, integrasi GitHub dan Linear langsung di dalam aplikasi. Jadi kamu nggak perlu buka browser hanya untuk urusan issue atau pull request. Keenam, ada Design Mode yang memungkinkan kamu mengklik elemen UI di Chromium, lalu HTML/CSS plus screenshot-nya langsung masuk ke prompt agent. Ini sangat membantu kalau kamu sedang mengerjakan frontend. Ketujuh, Orca juga menyediakan editor yang setara VS Code, ditambah Orca CLI untuk kamu yang suka bekerja dari command line.
Kekurangan Orca
Tentu saja, sahabat, Orca bukan tanpa kekurangan. Jujur saja, aplikasi ini tetap butuh PC atau desktop sebagai host utama. Aplikasi HP-nya hanya berperan sebagai companion atau remote, bukan pengganti desktop sepenuhnya.
Selain itu, Orca hanyalah orkestrator. Agent-nya sendiri tetap membutuhkan langganan atau API key masing-masing. Jadi kalau kamu belum punya akses ke Claude Code, Codex, atau agent lain, Orca saja tidak cukup.
Fokus Orca juga spesifik pada coding agent, bukan chatbot umum. Kalau kebutuhanmu hanya ngobrol santai dengan AI, Orca terasa berlebihan. Terakhir, fiturnya yang seabrek ini bisa terasa terlalu banyak untuk pemula yang cuma memakai satu agent saja. Kurva belajarnya mungkin agak curam di awal.
Cara Install Orca
Buat sahabat yang tertarik mencoba, berikut langkah-langkahnya:
- Untuk desktop, unduh installer dari onorca.dev/download. Tersedia Windows (.exe), macOS (.dmg untuk Apple Silicon maupun Intel), dan Linux (AppImage).
- Alternatif untuk pengguna macOS, kamu bisa install lewat Homebrew dengan perintah: brew install –cask stablyai/orca/orca
- Untuk pengguna Arch Linux, install lewat AUR dengan perintah: yay -S stably-orca-bin
- Setelah terpasang, buka Orca, lalu hubungkan agent pilihanmu (misalnya Claude Code atau Codex) dengan akun atau langgananmu sendiri.
- Buat worktree pertama, dan mulai jalankan agent.
- Untuk mobile, install Orca IDE di App Store (iOS) atau unduh APK Android dari onorca.dev/download/android.
- Terakhir, lakukan pairing dengan aplikasi desktop agar HP bisa memantau agent yang berjalan.
Penutup
Secara keseluruhan, Orca cocok buat sahabat yang sudah terbiasa bekerja dengan beberapa coding agent sekaligus dan ingin mengelolanya dari satu dashboard, termasuk memantau dari HP. Kalau kamu masih pemula dan hanya memakai satu agent, mungkin Orca terasa berlebihan untuk saat ini. Tapi kalau kamu sering menjalankan banyak agent paralel, Orca bisa jadi penghemat waktu yang serius.
Bagaimana, sahabat? Tertarik mencoba Orca atau punya pengalaman dengan orchestrator lain? Yuk bagikan pendapatmu di kolom komentar!