<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Partisi on Belajar AI</title><link>https://belajarai.abyte.my.id/tags/partisi/</link><description>Recent content in Partisi on Belajar AI</description><generator>Hugo</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2026 14:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://belajarai.abyte.my.id/tags/partisi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Cara Membagi Partisi Hard Disk Tanpa Install Ulang</title><link>https://belajarai.abyte.my.id/posts/cara-membagi-partisi-hard-disk/</link><pubDate>Mon, 19 Oct 2026 14:00:00 +0700</pubDate><guid>https://belajarai.abyte.my.id/posts/cara-membagi-partisi-hard-disk/</guid><description>&lt;p&gt;Kapasitas hard disk yang lega sering kali tidak dimanfaatkan maksimal karena semuanya menumpuk di satu partisi C. Padahal, membagi hard disk menjadi beberapa partisi punya banyak keuntungan: data pribadi terpisah dari sistem operasi, instal ulang Windows jadi lebih aman, dan organisasi file jauh lebih rapi. Kabar baiknya, kamu tidak perlu install ulang Windows atau memakai software tambahan untuk melakukannya.&lt;/p&gt;&#10;&lt;h2 id="apa-itu-partisi-hard-disk"&gt;Apa Itu Partisi Hard Disk?&lt;/h2&gt;&#10;&lt;p&gt;Partisi adalah pembagian ruang penyimpanan fisik dalam satu hard disk menjadi beberapa &amp;ldquo;ruang&amp;rdquo; logis yang terpisah. Misalnya, hard disk 1 TB bisa dibagi menjadi partisi C (200 GB untuk sistem dan program) dan partisi D (800 GB untuk dokumen, foto, dan video). Windows memperlakukan tiap partisi seperti drive terpisah, padahal semuanya berada di satu keping disk yang sama.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>